regulasi umrah

Regulasi Umrah Begitu Sulit Pasca Kembali Dibuka

Sudah dijadwalkan jika jamaah dari Indonesia sudah mulai dapat menjalani serangkaian ibadah umrah mulai dari tanggal 1 November 2020. Sebelum berangkat, jamaah umrah Indonesia wajib menjalani tes swab atau PCR di tanah air. Bahkan setelah sampai di sana juga dilakukan tes kembali. Sehingga banyak anggapan regulasi umrah saat pandemi sangat sulit.

DPD Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indoneia Sulampua juga membeberkan jika terdapat kesulitan dalam regulasi pada ibadah umrah perdana setelah merebaknya virus covid-19. Hal tersebut diungkapkannya di dalam kegiatan Ngobrol Umrah waktu itu.

Regulasi Umrah yang Sulit dan Penuh Syarat

H. Sahur Harun selaku Ketua Bidang Umrah AMPHURI tersebut mengatakan jika pemberangkatan umrah yang sudah dilakukan sejal awal November masih dalam tahap percobaan dan akan menjadi bahan evaluasi untuk tahap berikutnya.

Hal tersebut karena pihak Arab Saudi masih menyesuaikan regulasi serta prosedur umrah secara aman dan nyaman di tengah pandemi seperti saat ini. Selain itu juga agar dapat terhindar dari penularan virus covid-19. Jadi memang ada banyak prosedur yanh harus dijalankan di Indonesia, bahkan harus dilakukan ulang di Arab Saudi nantinya.

Untuk saat ini pemberangkatan dari jamaah umrah Indonesia memang masih coba – coba. Dimana pada saat pemberangkatan umrah sebelumnya, 90% waktu dari para jamaah harus ada di masjid dan juga hotel. Bahkan bentuk dari protokol yang sudah memenuhi syarat serta sudah diterima di Indonesia kadang belum memenuhi syarat di Negara Arab Saudi.

Tidak hanya itu saja, menurut Sahur yang menjadi suatu kendala saat ini adalah hasil dari tes swab yang bermacam – macam dan juga aturan yang sering kali berubah. Untuk saat ini pihaknya masih menunggu informasi, dimana sebelum melakukan pemberangkatan harus melakukan karantina dan setelah sampai di Arab Saudi juga harus melakukan karantina di hotel.

Untuk hotel yang digunakan juga tidak sembarang hotel. Dimana pemerintah Arab Saudi menggunakan hotel bintang lima untuk para jamaah yang harus melakukan karantina selama tiga hari tersebut.

Prediksi Regulasi Umrah Dari Jenis Vaksin

Sahur juga memprediksikan jika nantinya jenis dari vaksin yang digunakan di Negara Indonesia berbeda dengan vaksin yang ada di Arab Saudi. Dengan demikian, sudah dapat dipastikan jika jamaah nantinyaakan menjalani vaksin dua kali, yaitu di Indonesia dan di Arab Saudi.

Sedangkan Ardiansyah Arsyad selaku Ketua AMPHURI juga merasakan betul pengalaman menjalankan ibadah umrah di saat pandemi ketika membawa jamaah beberapa waktu yang lalu.

Dimana menurutnya pemberangkatan pasca covid-19 ini memang sangat sakral. Mengingat berbagai persyaratan harus ditaati, kemudian menjalankan protokol kesehatan dan diawasi secara ketat.

Ardiansyah juga menjelaskan jika nantinya ada jamaah yang ternyata terpapar virus covid-19 di Arab Saudi, untuck jamaah dan rombongan tentu saja harus menjalankan prosedur yang sudah diberlakukan. Jika terdapat 200 orang di dalam satu rombongan, jika ada 2 orang terpapar covid-19 maka 200 orang tersebut harus dikarantina.

Oleh karena itu, Suryadin Tosin selaku Bendahara AMPHURI menghimbau agar para masyarakat bersabar serta menunggu kejelasan dari regulasi kegiatan umrah dari pihak Ara Saudi. Jadi nantinya ibadah umrah yang dijalankan tentu saja tidak akan terhambat.

Satu hal yang ingin disampaikan adalah untuk jamaah yang ingin menjalankan umrah saat pandemi, memang regulasi umrah tersebut masih sulit dan sering berubah. Jadi perlu adanya persiapan matang untuk hal itu.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124