jamaah umrah Indonesia

Jamaah Umrah Indonesia, Memilih Untuk Tinggal di Hotel Setelah Menjalankan Umrah

Selama wabah covid-19 merebak di seluruh dunia, tentunya sangat berpengaruh dengan berbagai kegiatan di dunia, termasuk ibadah umrah. Namun mulai 1 November 2020 kemarin Arab Saudi kembali membuka izin untuk kegiatan ibadah umrah, termasuk untuk jamaah umrah Indonesia.

Meskipun demikian, tetap harus memperhatikan tata tertib dan aturan yang diterapkan oleh pihak Pemerintah Arab Saudi. Begitupun dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap jamaah yang datang ke Arab Saudi wajib untuk melakukan karantina selama 3 hari di hotel dan harus menjaga jarak, sering cuci tangan dan memakai masker saat beribadah.

Bahkan kondisi dan situasi yang ada di Arab Saudi begitu sepi, terlebih di Mekkah dan Masjidil Haram.

Menurut informasi dari akun Youtube Alman Mulyana setiap jamaah dari Indonesia yang datang untuk beribadah umrah harus melakukan karantina terlebih dulu di hotel, kemudian melakukan tes swab atau PCR. Setelah dinyatakan negatif covid-19 barulah boleh menjalankan ibadah umrah.

Kondisi Hotel Jamaah Umrah Indonesia

Untuk suasana dan kondisi hotel para jamaah umrah dari Indonesia memang cukup sepi karena memang diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri terlebih dulu. Sehingga banyak kamar di hotel yang lampunya menyala. Hal tersebut berarti ada banyak jamaah umrah yang tinggal di kamar hotel untuk melakukan karantina.

Para jamaah umrah yang berasal dari Indonesia bisa dibilang masih banyak yang berani keluar hotel di Mekkah. Selain karena karantina mandiri, mereka takut jika tertular virus covid-19. Meskipun situasi Masjidil Haram dan sekitar Ka’bah cenderung sepi tidak seperti saat sebelum ada covid-19, tetap saja masih banyak jamaah yang belum berani keluar kamar hotel.

Tempat Janjian Saat Jamaah Umrah Indonesia Tersesat di Masjidil Haram

Pemilik akun Youtube Alman Mulyana menuturkan jika tempat yang digunakan untuk janjian para jamaah umrah ketika tersesat saat di Masjidil Haram adalah WC. Hal tersebut karena di setiap WC terdapat nomor yang dapat digunakan sebagai patokan. Jadi nantinya akan lebih memudahkan para jamaah untuk menemukan rombongannya.

Biasanya saat kondisi normal sebelum ada wabah virus covid-19, saat sekitar jam 10 malam lebih plataran Masjidil Haram penuh dengan para jamaah umrah. Namun karena adanya virus covid-19 ini membuat situasinya menjadi sangat sepi tidak ramai seperti pada tahun sebelum-sebelumnya.

Alman Mulyana juga menceritakan jika beberapa waktu lalu pintu 8 dan 9 sempat ditabrak oleh seseorang yang tidak dikenal. Namun orang tersebut sudah diamankan sehingga perlu adanya perbaikan agar kondisinya lebih baik.

Selain itu juga menceritakan mengenai proses dari pembersihan plataran dari Masjidil Haram yang mana membutuhkan banyak petugas pembersihan. Bahkan petugas yang menggunakan mesin juga cukup banyak dan baru akan melakukan tugasnya setelah ada perintah dari atasan.

Petugas kebersihan yang bekerja di Masjidil Haram tersebut mendapatkan gaji yang tergolong kecil. Namun memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu dapat menjalankan sholat 5 waktu di Masjidil Haram.

Dimana keistimewaan tersebut adalah jika 1 kali sholat di Masjidil Haram, nantinya akan mendapatkan pahala 100 ribu kali lipat. Jadi bisa dibayangkan pahala yang didapatkan jika sholat 5 waktu di sana.

Pada saat jam – jam 10 malam lebih, biasanya ada banyak orang yang hilir mudik belanja oleh – oleh atau hanya sekedar berjalan – jalan menikmati suasana malam. Namun karena adanya covid-19, para jamaah umrah Indonesia memilih untuk tinggal di hotel saja. Jadi tak heran jika situasinya begitu sepi.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124