jamaah umrah Indonesia

Jamaah Umrah Indonesia Diterima di Madinah

Jamaah umrah Indonesia sejak tanggal 1 Novemeber 2020 sudah mulai dipebolehkan untuk menjalankan ibadah umrah setelah hampir satu tahun Arab Saudi menutup kesempatan umrah untuk jamaah dari luar Arab Saudi.

Hal tersebut tentu saja untuk menghindari resiko penularan virus covid-19 yang mana sampai dengan saat ini belum juga berakhir. Meskipun demikian, pihak Pemerintah Arab Saudi sudah membuka kembali kesempatan umrah untuk para jamaah yang keberangkatannya tertunda.

Mengenai hal tersebut, gelombang pertama ada sebanyak 135 jamaah umrah yang berasal dari Indonesia tiba di Madinah.

Madinah Menerima Jamaah Urmrah Indonesia

Setelah tiba di Arab Saudi, sebanyak 135 jamaah umrah yang berasal dari Indonesia tersebut langsung ditempatkan di hotel untuk melakkan isolasi atau karantina terlebih dulu. Untuk masa karantinanya sendiri adalah 3 hari. Jadi nantinya setelah karantina selama 2 hari di hari ketiga akan dilakukan tes swab. Jika hasilnya negatif, para jamaah umrah dapat melanjutkan ibadah.

Menurut Pemerintah Arab Saudi, untuk protokol kesehatan yang diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah memang sangat ketat. Dimana masuknya para pengunjung di Masjid Nabawi memang akan diatur dengan ketat. Hal itu untuk menjaga steriliasi dari kawasan tersebut dan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus covid-19.

Ada 135 jamaah umrah yang berasal dari Indonesia diperkirakan akan menghabiskan beberapa hari sebelum pada akhirnya menuju ke Tanah Suci di Mekkah untuk dapat menjalankan ibadah umrah.

Masjid Nabawi yang ada di Madinah ini sendiri mulai dibuka untuk umum pada tanggal 31 Mei sebagai salah satu bagian dari rencana yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Arab Saudi untuk dapat meringankan pembatasan virus covid-19 serta kembali membuka Kerajaan yang ada di Teluk Arab tersebut.

Kota itu sendiri sebelumnya sudah dikunci selama 24 jam semenjak awal pandemi virus covid-19 tersebut muncul pada bulan April lalu.

Pada Fase Ketiga Jamaah Umrah Indonesia Diterima

Pada fase ketiga dari pembatasan yang sudah mulai dilonggarkan saat ini, sebanyak 20.000 sampai dengan 60.000 jamaah dari dalam dan juga luar negeri akan diberikan izin untuk memasuki dua Masjid Suci tersebut dan juga halaman mereka.

Pihak dari Pemerintah Arab Saudi sudah memastikan jika pada awal Novemer lalu akan menerima jamaah umrah yang berasal dari luar negaranya, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan Saudi di dalam waktu dekat ini juga akan merilis beberapa Negara yang memperoleh izin untuk dapat masuk ke Tanah Suci.

Untuk Negara yang akan memperoleh izin sendiri adalah mereka yang dinilai dapat mengendalikan virus covid-19 secara baik. Diperkirakan akan terdapat sekitar 10.000 jamaah yang dapat masuk ke Arab Saudi di setiap pekan nantinya.

Di dalam aturan yang terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi, warga asing yang ingin menjalankan umrah akan dibatasi, yaitu berusia 18 sampai 50 tahun. Setelah tiba di kawasan Saudi, para jamaah tidak dapat langsung menjalankan ibadah haji karena harus melakukan karantina terlebih dulu selama 3 hari. Hal ini menjadi bagian dari protokol kesehatan yang dilakukan.

Mengingat protokol kesehatan memang harus diperhatikan dengan baik, mulai dari sebelum keberangkatan, selama perjalanan, setelah tiba di Arab Saudi sampai dengan kembali lagi ke Indonesia. Dengan demikian, tentu saja penyebaran covid-19 dapat diminimalisir.

Demikian beberapa informasi yang perlu untuk diketahui baik untuk masyarakat ataupun para calon jamaah umrah yang ada di Indonesia. Dengan adanya informasi tersebut, tentu saja para calon jamaah umrah Indonesia dapat mempersiapkan semuanya dengan baik dan matang. Sehingga perjalanan dan pelaksanaan ibadah umrah juga akan lebih lancar.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124