ibadah umrah

Ibadah Umrah dan Berbagai Larangannya Beserta Konsekuensinya

Menjalankan ibadah umrah menjadi salah satu hal yang banyak diimpikan oleh para muslim di seluruh dunia. Namun karena pandemi seperti saat ini banyak calon jamaah yang harus antre atau menunggu lebih lama untuk berangkat ke Tanah Suci karena selama beberapa bulan ini Arab Saudi menutup kegiatan umrah.

Namun, pada tanggal 1 November 2020 lalu, Arab Saudi sudah kembali membuka kesempatan umrah untuk semua muslim di dunia, termasuk Indonesia, namun tetap dengan pembatasan kuota dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Larangan umrah yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan para jamaah tentu saja harus benar – benar diperhatikan. Hal tersebut karena jika melakukan larangan tersebut tentu saja akan ada konsekuensi yang harus diterima.

Rangkaian Rukun Ibadah Umrah

Dalam menjalankan umrah tentu saja ada rangkaian rukun umrah yang harus diperhatikan. Adapun beberapa di antaranya adalah niat atau berihram. Dimana untuk mengambil niat atau miqat ini dapat dilakukan di beberapa tempat di luar Tanah Haram. Biasanya para jamaah melakukan niat di Jeddah.

Namun karena adanya pandemi dan para jamaah diwajibkan untuk menjalankan karantina di hotel selama 3 hari, dikhawatirkan jika mengambil niat di Jeddah nantinya akan melanggar ihram. Oleh karena itu, saat ini untuk melakukan pengambilan niat biasanya dilakukan di Masjid Tan’im.

Larangan Ibadah Umrah

Larangan yang tidak boleh dilakukan selama beribadah umrah atau berihram sendiri ada beberapa hal yang perlu untuk diketahui. Adapun beberapa di antaranya adalah untuk jamaah laki – laki setelah berniat atau berihram tidak boleh mengenakan pakaian yang berjahit.

Kemudian juga tidak diperbolehkan untuk memakai wangi – wangian. Setelah itu tidak diperbolehkan untuk mencabut bulu badan atau memotong kuku. Dan tidak diperolehkan mengenakan penutup kepala.

Sedangkan untuk jamaah wanita tidak boleh memakai yang menutup seluruh tangannya atau memakai sarung tangan yang menutupi semua tangan. Untuk wanita yang menutup aurat sampai pergelangan tangan atau menutup sebagian punggung tangan diperbolehkan.

Lalu dilarang untuk bermesra – mesraan meskipun itu pasangan halal, baik itu melalui chat ataupun secara langsung. Kemudian dilarang untuk melakukan hal yang tidak ada gunanya. Kemudian tidak diperbolehkan untuk melakukan kekerasan fisik ataupun adu mulut.

Setelah itu juga tidak diperbolehkan untuk menikah atau menikahkan, kemudian mencabut tumbuh – tumbuhan yang sudah memasuki kawasan Tanah Haram. Dan yang paling berat adalah melakukan hubungan suami istri. Jika sudah berniat dan ternyata terjadi hubungan suami istri nantinya akan dikenakan denda sangat berat yaitu menyembelih satu ekor unta.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah mungkin untuk beberapa orang mamu membayarkan dendanya. Namun apa yang diperoleh selama beribadah umrah tersebut tentu saja tidak akan afdol atau yang lebih berat adalah melakukan larangan tersebut nantinya akan dilipatgandakan 100 ribu kali lipat.

Sehingga bisa diibayangkan kesalahan yang dilakukan jika menyepelekan larangan umrah tersebut.

Ada perbedaan dalam larangan ihram ini, yaitu untuk larangan yang disengaja harus membayar denda dan berdosa. Sedangkan untuk larangan yang tidak disengaja melakukannya atau tidak tahu nantinya diwajibkan membayar denda namun tidak berdosa.

Jadi, itulah beberapa larangan umrah atau ihram yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Dimana jika disengaja akan berdosa dan harus membayar denda, sedangkan yang tidak disengaja harus membayar denda dan tidak berdosa. Dengan demikian, dalam menjalankan ibadah umrah sebaiknya memperluas pengetahuan dan mempersiapkannya sebaik mungkin.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124