badal umrah

Badal Umrah Untuk Orang Lain? Inilah Caranya!

Ibadah umrah merupakan salah satu hal yang paling banyak diimpikan oleh para muslim di seluruh dunia. Namun terkadang banyak juga orang ingin menjalankan ibadah umrah namun dipanggil Yang Maha Kuasa terlebih dulu dan belum sempat. Tidak perlu khawatir karena ahli waris atau orang lain dapat melakukan badal umrah untuk orang yang sudah meninggal.

Banyak yang masih bingung dan bertanya seperti apa cara untuk mengumrahkan orang. Kali ini kita akan membahas tentang hal tersebut, sehingga tidak perlu bingung lagi. Dimana informasi ini didapatkan dari video yang diunggah oleh pemilik akun Youtube Khairul Azan Alfarizi.

Pengertian Badal Umrah

Pada dasarnya merupakan ibadah umrah yang dilakukan untuk orang lain. Baik itu untuk orang tua, saudara ataupun orang yang mengamanatkan ibadah umrah tersebut. Untuk tata caranya sendiri sebenarnya sama dengan umrah biasa namun yang membedakan hanya niatnya saja.

Syarat Melakukan Badal Umrah

Hal pertama yang harus diperhatikan dan menjadi salah satu syaratnya adalah orang yang mengumrahkan harus hafal nama lengkap dari yang diumrahkan termasuk bin atau bintinya. Kemudian syaratnya orang yang mengumrahkan juga harus sudah pernah umrah untuk diri sendiri.

Selain itu orang yang diumrahkan sudah meninggal atau dirasa sudah tidak mungkin untuk pergi ke Tanah Suci.

Pelaksanaan Badal Umrah

Untuk pelaksanaannya sendiri sama dengan ibadah umrah biasa, dimana mengambil niat atau miqat di Masjid Tan’im karena untuk saat ini masih pandemi. Namun sebelumnya harus melaksanakan sholat sunnah ihram di masjid tersebut. Setelah itu barulah berangkat ke Tanah Suci.

Selama perjalanan menuju ke Tanah Suci, setelah mengambil niat harus menjaga larangan – larangan ihram. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan betul – betul. Beberapa larangan ihram sendiri adalah tidak mencabut tanaman di Tanah Haram, kemudian tidak membunuh hewan, tidak bermesraan, tidak mencukur rambut dan memotong kuku.

Kemudian tidak diperbolehkan untuk menggunakan pakaian berjahit untuk pria, tidak diperbolehkan mengenakan penutup kepala, memakai wangi – wangian, menikah, melamar dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini harus benar – benar diperhatikan karena jika melanggar akan dikenakan dam atau denda.

Pelaksanaannya juga harus sesuai dengan urutan, yaitu mengambil niat yang pertama atau miqat, kemudian melakukan towaf, lalu melaksanakan sa’i dari Safa ke Marwah, setelah itu melaksanakan tahalul atau memotong rambut dan yang terakhir adalah tertib. Dimana melakukan semua rangkaian sesuai dengan urutannya.

Setelah sampai di Tanah Suci, orang – orang yang melakukan ibadah umrah melewati jalur khusus. Dan untuk kondisi dan situasinya pada masa pandemi ini sendiri cukup ramai. Selain itu juga dijaga secara ketat, terutama setelah adanya insiden mobil yang menabrak pintu Masjidil Haram beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya sendiri juga harus mengikuti jalan atau garis yang sudah disediakan dan nantinya juga akan diatur agar lebih rapi dan teratur.

Sebagai informasi, setelah melakukan towaf, kain ihram yang tadinya terbuka di bagian pundak kanan, sebaiknya ditutup kembali saat akan melakukan sa’i. Dalam perjalanan nantinya juga diberikan air zam zam sebagai bekal minum.

Yang tidak kalah penting adalah tahalul wajib untuk dilakukan, sehingga karena jasa pemotongan rambut yang biasa ada di tempat sa’i sudah dilarang dan tidak membawa gunting, proses tahalul dilakukan setelah mendapatkan gunting, bisa membeli di toko dekat Masjidil Haram.

Karena jika tidak melakukan tahalul ibadah umrah belum selesai dan tetap tidak boleh melanggar ihram. Jadi saat menjalankan badal umrah, pastikan paham akan setiap aturan yang diterapkan.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124