jamaah indonesia positif covid-19

Jamaah Indonesia Positif Covid-19, Arab Saudi Tutup Keluarkan Visa? Cek Kebenarannya!

Informasi yang mengejutkan mengenai jamaah umrah yang beredar di berbagai media sosial menjadi sorotan tersendiri. Dimana informasi tersebut menyebutkan jika Pemerintah Arab Saudi kembali menutup pengajuan dari visa umrah karena adanya kabar jika jamaah Indonesia positif covid-19. 13 jamaah umrah memang positif covid-19, namun tetap lolos terbang.

Tetapi, apakah benar jika pengajuan visa umrah ditutup karena adanya jamaah Indonesia yang terpapar virus covid-19? Simak faktanya dibawah ini!

Kabar Penutupan Visa Setelah Jamaah Indonesia Positif Covid-19

Kabar umrah yang ditutup kembali tersebut merupakan kabar hoax atau bohong. Dimana Menteri Agama, Fachrul Razi menyatakan jika tidak terdapat penghentian penerbitan visa umrah untuk para jamaah yang berasal dari Indonesia. Terlebih lagi Indonesia akan kembali memberangkatkan jamaah umrah.

Namun di sisi lain, Indonesia juga akan melakikan evaluasi serta memperbaiki tata pelaksanaan dari umrah saat masa pandemi covid-19 sesuai dengan yang sudah disampaikan oleh Kementerian Agaman I dalam berita acara.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi sudah membuka penyelenggaraan ibadah umrah dengan uji coba di dalam tiga gelombang. Yaitu di tanggal 1, 3 dan juga 8 November 2020 dimana untuk total jamaah adalah 359 orang.

Keberangkatan Jamaah Indonesia Positif Covid-19

Semua jamaah tersebut diberangkatkan oleh 44 penyelenggara perjalanan ibadah umrah atau PPIU. Namun, ternyata selama dalam perjalanan ada 13 orang jamaah yang terpapar virus covid-19.

Fachrul Razi selaku Menteri Agama mengatakan jika pada uji coba tersebut tidak terdapat karantina untuk para jamaah terlebih dulu sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Para jamaah umrah langsung berkumpul di hari keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, para jamaah juga melakukan tes swab terlalu mepet dengan waktu keberangkatan di satu laboratorium. Jadi untuk hasil uji laboratoriumnya sendiri belum keluar ketika akan berangkat.

Pelaksanaan Umrah Jamaah Indonesia Positif Covid-19

Bagaimana dengan pelaksanaan umrah dari para jamaah yang terpapar virus covid-19? Sebenarnya untuk pelaksanaannya adalah para jamaah yang positif covid-19 diwajibkan untuk karantina di kamar hotel selama 3 hari dan tidak diperbolehkan keluar kamar, kecuali untuk mengambil makanan. Itupun hanya sampai di depan pintu kamar saja.

Setelah melakukan karantina selama 3 hari, nantinya para jamaah akan melakukan tes swab kembali. Jika dinyatakan negatif covid-19 maka dapat diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah umrah.

Namun, untuk melaksanakan ibadah umrah tentu saja harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Contohnya saja seperti menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Pemalsuan Hasil Jamaah Indonesia Positif Covid-19

Ali Ridha selaku Anggota Komisi VIII DPR RI meminta kepada Kementerian Agama untuk tegas pada temuan ataupun informasi mengenai pemalsuan hasil dari tes swab pada rombongan umrah tahap pertama.

Dirinya ingin menekankan tentang temuan ataupun informasi yang diperoleh mengenai pemalsuan hasil swab para rombongan umrah tahap pertama. Hal tersebut tentu saja harus ada tindakan yang tegas karena menyangkut nama Negara. Jadi, diharapkan untuk dipastikan, ditelusuri dan juga diberikan sanksi yang tegas.

Jadi, untuk kesimpulannya sendiri adalah kabar mengenai visa umrah dari para jamaah Indonesia yang ditutup adalah hoax. Sehingga jangan mudah termakan dengan kabar yang beredar di luar sana. Pastikan kebenarannya terlebih dulu.

Untuk masalah jamaah Indonesia positif covid-19 tersebut memang akan dijadikan sebagai evaluasi agar mendapatkan solusi untuk kuota umrah di tahun depan. Jadi kesimpulannya informasi yang beredar sama sekali tidak benar.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124