biaya umrah saat pandemi

Biaya Umrah Saat Pandemi Semakin Meroket, Siasati Dengan Tabungan Umrah Reksadana!

Situasi pandemi sepertinya tidak menyurutkan niat dari sebagian besar umat Muslim untuk menjalankan iadah umrah ke Tanah Suci. Hal tersebut terbukti dari setelah Masjidil Haram sementara ditutup sekitar 8 bulan karena pandemi covid-19, para jamaah Indonesia langsung menjalankan umrah setelah dibuka kembali. Lalu bagaimana untuk biaya umrah saat pandemi?

Meskipun Masjidil Haram sudah kembali dibuka, namun kapasitas dari jamaah umrah dibatasi karena mempertimbangkan masa pandemi ini. Dimana untuk pembatasannya sendiri adalah maksimal 75 persen dari yang sebelumnya 50 persen.

Firman M Nur selaku Ketua DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Repulik Indonesia (Amphuri) menyatakan jika tidak ada halangan pada awal Januari 2021 nantinya akan dibuka 100 persen umrah untuk jamaah yang berasal dari seluruh dunia.

Dan pihaknya juga berharap jika pada Januari nanti akan ada banyak kelonggaran dari ketentuan yang diberlakukan.

Jika sudah dibuka 100 persen, lalu bagaimana dengan biaya yang diberlakukan, terutama masih ada pandemi yang membuat para jamaah harus menjalankan karantina dan prosedur lain yang tentu saja akan menambah biaya.

Persiapan Biaya Umrah Saat Pandemi Dengan Tabungan Umrah

Jika pada tahun depan ingin segera pergi ke Tanah Suci, tentu saja harus mempersiapkan semuanya dengan baik. Karena ketatnya penerapan protokol kesehatan untuk menjalankan ibadah umrah, tentu saja biaya umrah selama masa pandemi akan membengkak. Untuk masyarakat yang ingin mempersiapkan tabungan umrah.

Sebagai salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan tabungan umrah, dapat menggunakan reksadana syariah. Selain aman karena diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan, untuk investasi yang dilakukan di reksadana syariah juga terbilang halal karena sudah mendapatkan fatwa halal dari MUI atau Majelis Ulama Indonesia.

Bahkan juga memiliki potensi untuk mendapatkan imbalan karena merupakan suatu instrument ivestasi dan lebih menguntungkan jika hanya disimpan pada tabungan biasa.

Sedangkan untuk resiko fluktuasinya sendiri tidak perlu khawatir karena reksadana pasar uang adalah instrument investasi yang fluktuasinya terendah dibandingkan yang lainnya karena aset di investasikan pada pasar uang syariah.

Simulasi Investasi Reksadana Syariah Untuk Biaya Umrah Saat Pandemi

Jika misalnya masyarakat mengambil paket umrah yang eksklusif dimana akan berangkat di bulan Oktober 2021, perencanaan dengan investasi reksadana tersebut dihitung dari jumlah total biaya yang dibutuhkan untuk umrah.

Jika harga paket umrah yang ditawarkan sekitar Rp 35 juta, paling tidak perbulannya harus mempersiapkan sekitar Rp 2,91 juta.

Harga tersebut sudah termasuk tiket pesawat kelas ekonomi secara PP menggunakan Saudia Airlines, kemudian menginap di hotel bintang 5, lalu driver dan transportasi selama di Saudia Arabia dan makan 3 kali sehari sesuai dengan program selama 10 hari.

Dari simulasi tersebut dapat menunjukkan jika di dalam 12 bulan nasabah dapat mengumpulkan nilai pokok dari investasi sebesar Rp 35 juta yang dapat digunakan untuk membiayai keberangkatan umrah eksklusif. Ini menjadi salah satu keuntungannya.

Tak hanya itu saja, nasabah juga berpotensi untuk mendapatkan imbal hasil sekitar Rp 1 juta atau 3,04 persen karena menempatkannya di reksadana syariah.

Imbal hasil tersebut tentu saja lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan menabung biasa. Karena imbalan tersebut dapat digunakan untuk uang saku tambahan selama menjalankan ibadah umrah bukan?

Demikian sedikit informasi tentang persiapan biaya umrah saat pandemi yang dapat dicoba. Dengan demikian, tentu saja nantinya para calon jamaah umrah dapat mempersiapkan biaya umrah sebaik mungkin dan tepat sasaran.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124