aturan baru umrah

Aturan Baru Umrah dan Pelaksanaannya Saat Pandemi

Pada tanggal 1 November 2020 lalu, Arab Saudi kembali membuka kesempatan umrah untuk jamaah dari luar negeri, termasuk Indonesia. Hal ini tentu saja sangat dinantikan oleh para jamaah. Meskipun kuota umrah dibatasi, namun untuk antusias dari para jamaah tetap luar biasa. Namun, memang ada aturan baru umrah pada bulan ini.

Seperti yang kita tahu jika umrah kali ini dilaksanakan di tengah pandemi yang juga membuat para jamaah merasa khawatir. Selain itu ada beberapa aturan baru yang harus dipatuhi, terutama mengenai prosedur pelaksanaan umrah mulai dari awal sampai kepulangan jamaah nantinya. Semuanya harus mematuhi protokol kesehatan.

Prosedur Pelaksanaan Aturan Baru Umrah

Pelaksanaan dari ibadah umrah kali ini dilakukan di Masjid Tan’im karena memang jika dilakukan di Jeddah dikhawatirkan para jamaah tidak dapat menjaga larangan ihram. Mengingat setelah sampai Jeddah para jamaah tidak diperbolehkan langsung menjalankan ibadah umrah. Karena meraka harus menjalani karantina selama 3 hari terlebih dulu di hotel.

Setelah masa karantina selesai nantinya akan dilakukan tes PCR kembali apakah hasilnya negatif atau positif. Bagi jamaah yang hasilnya negatif dapat menjalankan ibadah umrah, sedangkan untuk hasil positif tentunya tidak diperbolehkan.

Untuk para jamaah yang berhasil menjalankan ibadah umrah, prosedur yang perlu dilakukan adalah antre untuk memasuki Masjidil Haram dan akan diberikan aiz zam zam 1 botol kecil. Dimana nantinya untuk bekal minum karena selama perjalanan umrah tidak disediakan galon – galon yang berisi air zam zam.

Kemudian dalam satu grup hanya diperbolehkan maksimal 40 orang dan dipimpin oleh satu guide lokal dari Arab Saudi dan satu guide dari Indonesia yang tinggal di Arab Saudi dan sudah terdaftar resmi di Arab Saudi. Kemudian para jamaah juga diwajibkan untuk physical distancing dengan jarak antar jamaah sekitar 1,5 meter.

Saat melakukan ibadah umrah ada beberapa ring yang mana para jamaah tidak dapat berkerumun, harus tetap menjaga jarak.

Setelah masuk ke dalam Masjidil Haram terdapat protokol kesehatan yang diterapkan, yaitu menggunakan kamera inframerah untuk dapat melihat suhu tubuh setiap jamaah yang datang, Kemudian setiap jamaah umrah yang datang harus mengikuti line yang sudah dipersiapkan dan setiap line sudah diberikan jarak 2 meter sehingga tidak dapat berdekatan.

Untuk prosedur sa’i sendiri juga harus menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti garis yang sudah ditentukan agar terjaga jarak antar jamaah. Setelah selesai serangkaian umrah dilakukan tahalalul atau potong rambut.

Aturan Baru Umrah Penerapan Protokol Kesehatan

Pada dasarnya prosedur dari rangkaian ibadah umrah di masa pandemi ini sama dengan umrah sebelum ada covid-19. Namun yang membedakan adalah adanya jarak antar jamaah dan para jamaah tidak boleh terlalu dekat dengan Ka’bah dan tidak diperbolehkan untuk mencium Hajar Aswad.

Yang terpenting dalam pelaksanaan umrah di masa pandemi kali ini sebenarnya adalah penerapan protokol kesehatan. Karena hal satu ini sangat ketat diterapkan di Arab Saudi.

Setelah serangkaian umrah tersebut selesai para jamaah diharuskan langsung ke hotel untuk menjalani karantina selama 2 hari sebelum kepulangan ke Tanah Air. Bahkan setelah itu para jamaah diwajibkan untuk melakukan tes PCR lagi.

Jadi, itulah informasi tentang aturan baru umrah dan pelaksanaannya sehingga untuk para calon jamaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci dapat mempersiapkan segala sesuatunya dan memperhatikan apa saja aturan yang diterapkan selama menjalankan ibadah umrah.

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124