Doa- doa selama Melakukan ibadah umroh

Doa- doa selama Melakukan ibadah umroh

Icon May 10, 2016
Icon By wijaya
Icon 0 comments

 

 

  1. Di Miqot, ketika akan melakukan Ihrom

Sunah bagi setiap muslim untuk mengumandangkan TASBIH ( Subhanallah) TAHLIL (Laa ilaaha ill-Allah) dan TAKBIR ( Allahu Akbar) sebelum memasuki Ihrom untuk umroh dan hajii.

Dari Anas R.A berkata: Nabi Muhammad SAW sholat Zuhur empat rokaat ketika kami berada di Medinah, dan dia sholat Ashar di Dhul Hulayfah dua rokaat, kemudian dia tinggal disana semalaman. Ketika memasuki pagi hari, dia berkendaraan sampai menuju Al Bayda, kemudian dia berdoa, mengagungkan dan membesarkan nama Allah. Kemudian dia mengucapkan Talbiyah dengan tujuan untuk menunaikan ibadah Umroh dan Haji dan orang orang yang mengikutinya melakukan seperti yang Nabi lakukan.

Narrated by al-Bukhaari, 1476.

Al-Haafiz ibn Hajar berkata:

Peraturan ini – bahwa itu adalah perbuatan yang kurang baik untuk membaca tasbih dan bacaan lainnya sebelum melakukan ihram – adalah sesuatu yang tidak banyak orang melakukannya meskipun terbukti dalam Sunnah.

    2. Perjalanan menuju Mekkah, antara miqot dan tempat kedatangan di Mekkah

Disunahkan untuk mengumandangkan bacaan Talbiyah. Untuk pria diucapkan dengan suara yang lantang, dan wanita dengan suara yang pelan agar yang bukan mahramnya tidak dapat mendengar. 

Dinarasikan oleh Abd-Allah ibn Umar, ketika Nabi Muhammad SAW berjalan keluar dari mesjid Dul Hulayfah, beliau mengucapkan Talbiyah dan berkata :” Labbayk Allaahumma labbayk, labbayka laa shareeka laka labbayk, inna al-hamda wa’l-ni’matah laka wa’l-mulk, laa shareeka lak”  Bukhaari, 5571; Muslim, 1184

talbiyah

 

 

Ketika Anda berada dalam posisi sejajar dengan Hajar Asaad di dalam setiap kali putaran, ucapkanlah “Allahu Akbar”

Antara rukun Yamani dan Hajar Aswad anda harus mengucapkan seperti yang dinarasikan dari Abd Allah ibn Al Saa’ib, yang berkata “Saya mendengar Nabi Muhammad SAW mengucapkan antara dua pojok rukun : “Rabbana aatina fi’l-dunya hasanah wa fi’l-aakhirah hasanah wa qina ‘adhaab al-naar “

 

rabana

 

 

   4. Ketika menaiki bukit Safa dan ketika berada di atasnya. 

Seperti yang dinarasikan oleh Jaabir ibn Abd-Allah : … Kemudian Nabi Muhammad SAW  pergi menuju gerbang Safa dan ketika beliau berada dekat bukit Safa dan berdoa””Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya berkeliling (mengerjakan sa’i antara keduanya). Dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Menerima Kebaikan dan lagi Mengetahui.”

Abda-u bimaa bada-allaahu bihi wa rasuulihi, innash shafaa wal-marwata min sya’aairallaahi, faman hajjal baita awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi an yaththawwafa bihimaa waman tathawwa’a khairan fa-innallaaha syaakirun ‘aliimun.

doa-sofa

Beliau memulai memanjat bukit Safa sampai dapat melihat rumah, kemudian beliau memalingkan mukanya menghadap Ka’bah dan berkata “Laa ilaaha ill-Allaah wahdahu laa shareeka lah, lahu’l-mulk wa lahu’l-hamd wa huwa ‘ala kulli shay’in qadeer; Laa ilaaha ill-Allaah wahdahu anjaza wa’dah wa nasara ‘abdah wa hazama al-ahzaaba wahdah”  Kemudian beliau membaca doa diantara itu dan mengulanginya sampai tiga kali

 

 

     5. Ketika naik ke bukit Marwah

Seperti yang kita lakukan ketika menaiki bukit Safa, 

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa wa ‘aafinaa wa’fu ‘annaa wa’alaa thaa’atika wasyukrika a’innaa wa’alaa ghairika laa takilnaa wa’alal iimaani wal-islaamil kaamili jamii’an tawaffanaa wa anta raadhin ‘annaa. Allaahummrhamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maalaa ya’niinii warzuqnii husnun nazhari fiimaa yurdhiika ‘annii yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada kami, maafkanlah kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridha terhadap kami. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

 

Ketika meminum air Zam zam, Anda boleh membaca doa dan meminta untuk kebaikan di dunia dan setgalanya, karena nabi Muhammad SAW bersaba “Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Demikian pula ini mengharuskan kita untuk selalu mengingat Allah (zikir) yang dimana termasuk doa, selama tawaf dan sai, jadi umat muslim harus membaca doa agar selalu mengingat Allah. Tidak ada yang salah sambil membaca Al Quran selama Tawaf dan Sai. Seperti yang dikatakan oleh banyak orang, ada doa-doa khusus untuk setiap lintasan Tawaf dan Sai adalah sesuatu yang tidak ada dasarnya dalam syariah Islam

Jika seseorang membaca Al Quran, tidak ada yang salah dengan itu. Tidak ada zikir spesifik yang telah dilakukan oleh Nabi

Nabi Muhammad SAW biasanya mengakhiri Tawaf, diantara 2 sudut rukun sambil mengucapkan “Rabbana aatina fi’l-dunya hasanah wa fi’l-aakhirah hasanah wa qina ‘adhaab al-naar”.  Dan beliau mengakhiri doa-doanya dengan bacaan tersebut di atas, dan tidak ada doa yang spesifik untuk itu.

 

 

Leave a reply